Labels

Selamat Datang

Selamat datang di blog menyengkiller yang menyediakan berbagai aritkel artikel dalam kehidupan sehari-hari mulai dari pengetahuan, sejarah, unik, dan lucu. Tidak hanya menyediakan artikel seperti itu, tapi juga menyeng menyediakan trik dan tips juga loh.

Menyeng Forum

Kami juga memiliki sebuah forum untuk blog ini, silahkan register dengan mengklik gambar ini

Jumat, 09 Maret 2012

Hewan-Hewan Ini Sudah Buta Sejak Lahir

Persepsi visual memainkan peran besar dalam kerajaan hewan, terutama untuk mengidentifikasi sumber makanan, dan menghindari mangsanya. Untuk alasan ini, kebutaan pada hewan adalah topik penelitian yg unik. Berikut ini adalah daftar spesies hewan buta.

Star Nosed Mole



Star Nosed Mole adalah hewan yang nyata (tidak diketahui banyak orang). Habitatnya berkisar dari Kanada ke Georgia. Orang-orang jarang melihat karena tinggal di rawa-rawa dan lahan basah. Dia hampir buta dan hewan itu menggunakan daging berbentuk bintang untuk merasakan di hidungnya.

Cave Fish



Cave Fish hanya dapat ditemukan di dalam gua yang memiliki aliran ke dalamnya. Mereka tidak memiliki mata fungsional dan pigmentasi. Mereka memiliki sensor papillae membentuk baris pada kulit mereka, yang mereka gunakan untuk membantu mereka menavigasi lingkungan gelap. Mayoritas ikan gua telah sedikit atau tidak ada pigmen di kulit mereka.

Blind Snakes



Ular ini menyerupai cacing tanah panjang. Mereka hidup di liang bawah tanah, dan tidak menggunakkan apapun untuk melihat, sebagian besar sisa mata mereka tidak dapat digunakan. Gambar di bawah adalah western blind snake. Ini ular, merah muda, ungu, cokelat atau berwarna perak, mengkilap, kecoklatan, silinder, dan tumpul pada kedua ujungnya, dan memiliki light-detecting black eyespots.

Texas Blind Salamander



Texas blind salamander, hidup di dalam gua dapat mencapai suatu panjang dewasa sekitar 13 sentimeter. Matanya kecil dan tersembunyi di bawah kulit. Salamander menghabiskan seluruh hidup mereka dalam kegelapan.

Blind Spider



Dari 850 spesies baru ditemukan selama survei di Australia habitat bawah tanah, laba-laba buta ini, ternyata “benar-benar hal-hal tak terduga di tempat tak terduga,” anggota tim Steve Cooper, dari Museum Australia Selatan, mengatakan pada Oktober 2009.

Sebagai contoh, seorang ilmuwan menemukan sebuah arakhnida di barat Australia yang kering pastureland yang telah diperkirakan hanya ada di hutan hujan – pertama kalinya spesies dalam kelompok yang pernah ditemukan di Australia, kata Cooper.

Foto Lucu Tokek Disko Jepretan Fotografer Indonesia

Gambar-gambar berikut ini menunjukkan sekelompok tokek yang terlihat mahir berdisko seperti John Travolta dalam film Saturday Night Fever. Namun ada mungkin tidak akan menyangka bahwa foto-foto mengagumkan ini adalah hasil jepretan kamera fotografer Indonesia.

Adalah Shikhei Goh yang memotret para tokek ini setelah membelinya dari toko hewan peliharaan dan membawa mereka pulang.

Goh kemudian menempatkan mereka pada sebuah permukaan reflektif dan menyaksikan para tokek ini menjadi sedikit bersemangat dan mulai gerakan-gerakan unik. Aksi lucu mereka yang mirip sedang berdisko ini langsung diabadikan Shikhei melalui kameranya.


Shikhei Goh (37) kemudian meng-upload gambar-gambar tersebut ke internet dan sekarang ribuan orang dari seluruh dunia telah menyaksikan aksi para tokek ini.
“Saya kebanyakan mengambil foto serangga, tapi kemudian aku membeli tokek dan memutuskan untuk mengambil beberapa gambar. Tokek-tokek ini berasal dari Pakistan dan ketiganya sulit untuk dipotret karena mereka terus bergerak.” tutur Shikhei yang dikutip Mail Online.

“Fotografi hanyalah sebagai hobi, tetapi saya telah menerima pesan teks dan email dari seluruh dunia sejak saya mengunggahnya secara online.” tambahnya.

Keren, Kota yang Hidup Dari Sinar Matahari

Sonnenschiff sebuah kota di Freiburg, Jerman ini memiliki kelebihan yang tidak dimiliki kota lain, dimana “seluruh kebutuhan energi kota ini di suplai dengan menggunakan sinar matahari yang dikenal dengan energi surya”.



Didesain oleh Rolf Disc, dimana Rumah-rumah ini memiliki atap yang memungkinkan sinar matahari tetap di simpan pada musim dingin dan menjadi tameng bagi bangunan dari sinar matahari pada musim panas. Bagian atap juga memiliki sistem daur air hujan yang mengairi taman-taman dan mensuplai air ke toilet.

















Inilah 5 Mahluk Bumi yang Diperkirakan Bertahan Hidup di Luar Angkasa

Untuk bertahan hidup, manusia selalu membutuhkan unsur-unsur pendukung kehidupan, seperti salah satu yang krusial, yaitu Oksigen. Namun, beberapa makhluk hidup yang ada di bumi ini ternyata memiliki karakteristik yang cukup unik dan ini memungkinkan mereka untuk hidup pada kondisi ekstrim di luar angkasa sana.

1. Cacing Yang Hidup di Es Metana



Jika melihat bentuknya, mungkin kita akan teringat dengan salah satu makhluk dalam film Alien. Namun, makhluk yang terlihat cukup mengerikan ini sebenarnya adalah makhluk bumi.

Makhluk ini sesungguhnya adalah seekor cacing yang hidup di lempengan es Metana, yang terdorong ke permukaan dari dasar laut di dekat pantai Mexico. Es Metana adalah sebuah gas Hidrat yang terbentuk secara alami pada tekanan tinggi dan temperatur rendah di dasar laut yang dalam.

Menurut para ahli dari Pennsylvania State University, penemuan cacing ini telah membangkitkan berbagai spekulasi mengenai kehidupan di luar angkasa.

Erin McMullin, salah satu peneliti yang turut menemukan cacing tersebut, berkata, "Sangat menyenangkan ketika kita sibuk berspekulasi mengenai kehidupan di planet lain, kita malah terus menemukan bentuk kehidupan baru yang sepertinya bukan berasal dari planet Bumi."

Lalu, jika kita memberikan sebuah tempat baru baginya di angkasa luar, dimanakah tempat yang cocok baginya? Jawabannya adalah Titan, salah satu bulan Saturnus.

Titan, terdapat lautan Metana yang berlapis-lapis. Jika kita menaruh cacing ini di Titan, ada kemungkinan ia dapat bertahan hidup dengan mendiami lapisan es tersebut.

2. Makhluk Yang Mampu Hidup Pada Ruang Hampa



Setelah melihat foto di atas, mungkin kebanyakan dari kamu akan segera teringat dengan kata "beruang". Tidak salah memang, tetapi makhluk lucu ini bukan seekor beruang, ia bernama "Tardigrade". Karena kemiripannya dengan beruang, ia juga sering disebut dengan nama Beruang air.



Berbeda dengan beruang darat yang bertubuh besar, makhluk ini hanya memiliki panjang sekitar setengah milimeter. Ini membuatnya tidak terlihat oleh mata telanjang.
Tapi ingat, jangan kamu menilainya hanya dari sekedar ukurannya saja. Makhluk mikro ini termasuk salah satu makhluk hidup yang paling tangguh di muka Bumi ini.
Ia memiliki kemampuan lebih, yaitu bisa masuk ke dalam kondisi diam sempurna yang disebut "TUN". Dalam kondisi tersebut, makhluk ini bisa bertahan terhadap fluktuasi temperatur, bahkan yang paling ekstrim sekalipun.

Pada tahun 2008, beberapa ekor Tardigrade ikut dikirim ke luar angkasa, dan terbukti kalau mereka bahkan bisa bertahan di dalam ruang hampa udara. Jadi, jika kita melepasnya ke ruang angkasa, ada kemungkinan kalau makhluk ini bisa mengarunginya hingga menemukan tempat berdiam yang cocok baginya.

3. Cacing Raksasa Pemakan Belerang



Makhluk ini hidup di tepi gunung api super panas jauh di dasar lautan. Dan ia memakan belerang yang dibawa oleh bakteri lokal.

Cacing raksasa ini bisa bertumbuh hingga sepanjang 2,1 meter dan bisa hidup 5 mil di bawah permukaan laut dalam kondisi tekanan yang ekstrim. Tubuh mereka didominasi oleh warna merah. Ini karena banyaknya nadi yang berisi darah di dalamnya.
Yang menarik dari cacing ini adalah kemampuannya bertahan terhadap panas yang ekstrim dan masih tetap bisa menerima kebutuhan hidup yang cukup.

Dimanakah tempat yang cocok baginya di luar angkasa? Makhluk ini mungkin bisa hidup di Venus, dimana terdapat sumber belerang yang luar biasa banyak disana.

4. Mikroba Antartika Pemakan Besi



Darah mengalir deras di Antartika. Apakah ada pembantaian hewan besar-besaran yang sedang berlangsung disana? Ternyata tidak! Unsur berwarna merah itu ternyata mikroba yang berdiam di dalam kumpulan air yang terjebak di bawah lapisan es.

Menurut majalah Nature, "Cairan ini telah terjebak di dalam glasier selama paling tidak 1,5 juta tahun lamanya. Di dalamnya, paling tidak terdapat 30 jenis bakteri yang masing-masingnya memiliki pergerakan kimia yang unik."

Menurut salah satu peneliti bernama Mikucki, mikroba ini menggunakan sulfat sebagai katalis dalam sebuah rantai reaksi yang kompleks dimana penerima elektron akhirnya adalah besi.
"Ini adalah contoh bagaimana sebuah ekosistem berhasil bertahan walaupun tertutupi oleh kegelapan dan es yang tebal. Life Finds a Way."

Dengan karakteristik ini, maka mikroba ini mungkin dapat hidup di Europa, salah satu bulan Jupiter yang memiliki lautan yang kaya akan zat besi di bawah lapisan esnya yang tebal.

5. Bakteri Yang Mampu Bertahan Dari Radiasi



D. Radiodurans adalah nama bakteri ini. Ia mampu bertahan dalam dosis radiasi seribu kali lebih kuat dibanding dosis yang dapat diterima manusia. Kemampuan ini didapatkannya karena sistem pemulihan DNA-nya yang unik.

Manusia yang menerima radiasi umumnya meninggal, karena partikel radioaktif tersebut menghancurkan DNA-nya. Akibatnya sistem regulasi di tubuh pun terhenti.
Namun, tidak dengan bakteri ini, secara menakjubkan ia mampu menyusun kembali DNA-nya yang telah hancur.

Salah satu masalah yang dihadapi ketika manusia mencoba untuk hidup di bulan atau Mars, adalah adanya radiasi yang cukup mematikan. Jika bakteri ini dilepas di angkasa, maka radiasi yang ada di sana tidak akan mampu mempengaruhi tubuhnya.

Sumber